poker (1)

Truff vs domino vs samgong vs 41 vs poker : sebuah analogi pertaruhan hidup

poker (1)

Truff vs domino vs samgong vs 41 vs poker : sebuah analogi pertaruhan hidup

Saya yakin, masa kecil kita sudah terbiasa dengan bermain gaple atau domino. Kita juga sudah terbiasa dengan permainan ala ndeso Samgong (30an) atau Forty One (41). Bagi netter di masa kini juga ada permainan poker. Bahkan di level ndeso sekali, akan ada permainan minuman. Seluruh permainan kartu itu sama. Semua akan dibagikan kartu secara acak, kemudian kita diminta akan memainkan kartu tersebut beradu kemenangan sesuai aturan main, melawan rekan kita. Bagi anda yang suka bermain Truff, tentu akan merasakan berbeda, antara memainkan 41, remi, samgong, minuman dan lainnya, dengan bermain truff. Dimanakah perbedaannya?

Mari kita cek..

Jika anda bermain poker, kartu berapakah yang anda harapkan untuk dapat ketika dibagikan? Berapa besar potensi kemenangan dengan mendapatkan kartu besar, dan berapa peluang kemenangan kita?

Jika anda bermain minuman, kartu berapakah yang anda harapkan untuk anda dapat ketika dibagikan?

Jika anda bermain 41, samgong, domino kartu berapakah yang anda harapkan untuk anda dapat ketika dibagikan?

Adakah kartu yang anda hindari atau tidak diharap kedatangan kartu itu?

Bandingkan dengan bermain Truff. Apakah anda berharap mendapat kartu besar, atau berharap tidak mendapat kartu tertentu ketika dibagikan?

Permainan-permainan di atas selain truff, tentu akan mengharapkan kartu tertentu. Untuk samgong, tentu anda akan berharap mendapat kartu yang berjumlah tepat 30. Untuk 41 anda akan hindari kartu 1,2,3 berturut, dan anda akan berharap kartu 10 10 10 dan king. Anda pun dalam bermain permainan ndeso minuman, anda akan mengharap kartu besar, dan bukan kartu kecil

Namun dalam truff, apapun kartu yang kita dapat, seluruhnya dapat memainkan peran. Kartu kecil, atau kartu besar memiliki kemampuan mengendalikan yang sama peluangnya. Anda dapat mengatur permainan “main atas” atau “main bawah”. Seorang dengan kartu besar memiliki peluang besar untuk menang, sekaligus dengan resiko fatalnya. Seorang dengan kartu kecil, yang kalah besar dengan yang lain, namun dia tetap memiliki peluang-peluang memanfaatkan resiko si besar.

Sekarang, analogikan dengan apa yang telah kita lakukan dan akan lakukan. Apakah kita saat ini hanya memanfaatkan dan merasa beruntung dengan derajat, kelas, jenjang pendidikan kita, strata sosial kita, atau bahkan tergantung modal? Dimana sebenarnya modal makin besar, resiko kehilangan juga makin bertambah. Ataukah cukup dengan apapun yang kita punya yang telah ada, kita bisa mengendalikan keadaan dengan motto “Human Behind The Gun”?

Marilah kita tengok, apa kita sekedar menunggu pembagian kartu dari langit dan berharap mendapat kartu besar, ataukah kita terima lebih dahulu apa yang ada, dan dilanjutkan dengan mengusahakan seluruhnya?

Mari kita siapkan kartu truff masing-masing!