samgong

How To Win Samgong

Before starting the game, the city will Samgong randomly shuffles the card deck. After randomization card is finished, each player will get a share of 3 scratch cards. Lucky for you if that card is a row of 3 x 10. To obtain the card twin 10 x 3 would require a large fortune. However, you can still get a chance of victory despite the 3 scratch cards is not composed of 10. Once you get three cards, you are given the opportunity to add a card from the deck city.

Bandar will provide an opportunity two times for you to add to the card. In Samgong jud game, the game will be completed if there is a player who opened the card. In the position of any value, other players also have to open the card hand. After all cards are open, the city will begin to count them.
Score cards will get according to the nominal value stated. Then, the graphics card such as J, Q, K each scored 10. Meanwhile, As will represent 11 or 1. As the value of the difference depends on the regulations in place (agent) you play. Samgong key to success in the game is straightforward and precise thinking. If you feel confident with the number of card hands, immediately do the closing. If you are late to think, it could be other players will add to the card and managed to close to kemenganan value of 30.

Jembatan Cerdas – Bagian I: Mengenal Permainan Bridge

Selayang pandang

Saya sangat tergelitik mengamati tulisan Pak Bert T. Polii di Kolom Hobi Kompasiana ini. Sebagai pemain senior dan nasional, beliau sangat intens mendorongan kemajuan teknik dan konvensi permainan bridge bagi pendatang baru (novice) dan pemula (beginner) di cabang olahraga otak ini. Karena itu, saya ingin menambahkan beberapa hal kecil untuk melengkapi tulisan beliau.  Tulisan yang berkaitan bisa dibaca di : http://gabmenkbm.blogspot.com/ Semoga bermanfaat.

PENGENALAN

Jembatan adalah sarana yang menghubungkan dua sisi berbeda dan biasanya membentang di atas celah. Antara dua sisi sungai, laut, danau atau wilayah tertentu. Jika sisi itu adalah kita, umat manusia yang punya cita, rasa, karsa dan aspek kemanusiaan lainnya yang khas, bagaimana bentuk jembatannya ? Masih dengan pengandaian, calon pasangan suami dan istri berpadu asa dan daya untuk membina kehidupan rumah tangga yang disepakati bersama di antara kedua orang itu dalam menggapai masa depan yang diidamkan.

Gambaran itulah yang selalu terjadi dalam permainan “jembatan cerdas” ataucontract bridge yang biasa disebut bridge saja. Bagi yang masih awam,  bridge nampak seperti bermain kartu biasa. Mungkin karena memakai alat bantu (media bermain) yang sama dengan remi, cangkulan dan yang cukup dekat dengan pola permainan bridge yaitu truf atau troefen. Memang tidak salah anggapan seperti itu, tapi perlu diluruskan.

Kartu Bridge sama persis dengan kartu remi tanpa 2 joker . Di dalamnya ada 4 warna : daun ( – Spade), Hati (Heart – ), Wajik (Diamond – ) dan Keriting (Club – ). Inilah yang menjadi dasar awal permainan bridge. Setiap warna terdiri dari 13 lembar dari yang terendah angka 2 sampai yang tertinggi A (Ace). Diantara ke 13 lembar warna tertentu, ada 4 lembar yang digolongkan sebagai kartu raja(high cards) yaitu A, K, Q dan J. Golongan kedua yaitu angka 10 -9-8-7-6-5-4-3-2yang disebut kartu-kartu biasa. Pembagian warna menurut kekuatannya (suit preferences) ada dua yaitu kartu-kartu utama (major suits = dan ) serta kartu-kartu minor (minor suits = dan ). Pembagian kekuatan kartu berpengaruh dalam proses penawaran dan permainan.

Permainan bridge harus dilakukan sedikitnya oleh 2 pasang pemain atau 4 orang. Setiap pasangan duduk berhadapan. Misalnya: Utara (U) berpasangan dengan Selatan (S) dan Timur (T)berpasangan dengan Barat (B). Jika disederhanakan menjadi: U-S vs T-B. Setelah pemain, meja dan kartu tersedia, mari kita lihat lebih dalam permainan bridge yang sebenarnya. Inti permainan bridge adalah proses penawaran (bidding/call) dan proses permainan (playing cards).

Dalam proses penawaran ada aturan dasar yaitu penggunaan sistem penawaran (bidding system). Ada beragam sistem penawaran yang biasa digunakan dalam pertandingan bridge, tapi pada umumnya berdasarkan 2 kriteria dasar: nilaidan/atau distribusi (faktor keterbagian) kartu yang dipegang oleh masing-masing pasangan. Pada permainan bridge modern, cara menghitung nilai kartu adalah dengan menjumlahkan nilai dari kartu-kartu raja (High Card Points atau disingkatHCP). Dasarnya, Ace (A) = 4; King (K) = 3; Queen(Q) = 2 dan Jack(J) = 1. Jadi, dalam setiap warna ada 10HCP ( 4 + 3 + 2 + 1 ). Total nilai dalam satu set kartu bridge = 40HCP ( 4 x 10). Selain nilai kartu raja, ada juga nilai distribusi kartuyang perhitungannya berdasar jumlah tambahan lembar kartu yang dipegang dari jumlah lembar minimum sebanyak 4.

Contoh:

  1. Pegangan kartu warna   pemain yang duduk di Utara (U) : A-Q-J-10-8-3. Jumlah nilainya = 9.    Terdiri dari 7 (HCP) dan  tambahan dari lembar ke 5 (angka 8) dan le 6 (angka 3) masing-masing bernilai 1.
  2. Pegangan kartu warna pemain yang duduk di  Timur (T) : K-Q-J-2, jumlah nilai =  6.
  3. Pegangan kartu warna pemain yang duduk di  Selatan (S): A-J-5,  jumlah nilai = 5
  4. Pegangan kartu warna   pemain yang duduk di  Barat (B): Q-10-9-8-7-6-4-2, jumlah nilai = 6.

Masih ada tambahan nilai kartu distribusi berdasarkan kontrak warna pemukul(trump suit) tertentu. Jika tidak memegang 1 lembar-pun (void) di luar trump suit, jumlah nilainya bertambah 4. Jika hanya memegang 1 lembar ( singleton) bertambah 2 dan jika 2 lembar (doubleton) bertambah 1. Perhitungan tambahan nilai ini tidak berlaku untuk kontrak tanpa warna pemukul ( no trump ). Jadi, berhati-hatilah dalam menghitung nilai kartu. Untuk pemula sangat disarankan memakai dasar perhitungan nilai kartu raja saja. Karena itu, perhatikan dan selalu mengingat pola distribusi itu tergolong seimbang (balanced hand) atau agak seimbang (semi balanced hand) atau acak.

  1. Pegangan dengan pola sebaran (distribusi) seimbang umumnya adalah :
  • 4 – 4 – 3 – 2
  • 4 – 3 – 3 – 3
  • 5 – 3 – 3 – 2
  1. Dan yang agak seimbang : 5 – 4 – 2 – 2

Selain kedua pola sebaran kartu di atas, biasanya dianggap acak atau cenderung mengikuti pola warna tertentu.

Pengenalan Permainan Bridge.

Bridge adalah sebuah permainan yang dimainkan oleh empat orang yang terbagi dalam dua partner.
1 set kartu standar yang digunakan terdiri dari 52 kartu.
Ada 4 suits, yaitu : Spade,Heart,Diamond dan Club. Setiap suits terdiri dari 13 kartu dengan urutan sbb :
A,K,Q,J,10,9,8,7,6,5,4,3,2. dan A (Ace) adalah urutan yang tertinggi.

Permainan.
Kartu dibagikan kepada keempat pemain sehingga setiap pemain memperoleh 13 kartu.
Bidding (penawaran) dimulai dari pembagi kartu. Setelah penawaran selesai, salah satu pasang akan menjadi declarer dan pasangan lainnya akan menjadi deffender.
Salah seorang dari pihak declarer akan menjadi pemain dummy (boneka), yaitu pemain yang akan memperlihatkan semua kartunya di atas meja permainan dan tidak ikut dalam permainan hanya menjadi “boneka”. Declarer memainkan dua pegangan kartu, yaitu kartu yang dipegang /dimilikinya dan kartu milik pemain dummy (partnernya).
Orang pertama yang memainkan kartu adalah orang yang berada di sebelah kiri declarer, yang disebut sebagai opening lead (kartu pembuka). Setelah itu permainan bergilir searah jarum jam sampai empat buah kartu sudah dimainkan (satu kartu dari tiap pemain).
Pemain dengan kartu tertinggi dari kartu yang dimainkan sebagai pemenang “trik”nya. Putaran selanjutnya dimulai dari pemenang trik.

Kartu Jago (Trumph)
Aturannya, anda harus selalu mengikuti suits yang dimainkan.
Tetapi jika hasil dari penawaran, adanya kartu jago.
Maka suits kartu jago tersebut akan mengalahkan kartu suits yang lainnya, jadi jika heart sebagai kartu jago. Maka 2 heart dapat mengalahkan A(Ace) suit lainnya.
Anda hanya boleh menggunakan kartu trump jika Anda tidak dapat mengikuti suits yang dimainkan.
Tapi jika anda tidak ingin memenangkan trik, maka anda dapat “discard” membuang kartu lainnya (hal ini kemungkinan terjadi karena kartu partner adalah yang tertinggi).
Memainkan kartu jago saat tidak bisa mengikuti suits disebut Ruffing.

selanjutnya
High Card Point

source. from booklet learning bridge

Apakah mungkin bridge diajarkan di sekolah

RUNNER UP OLIMPIADE 1998 DAN JUARA DUNIA 2000.

Dalam kurun waktu 50 tahun terakhir, perkembangan bridge dari hanya sekedar permainan kartu kaum selebritis diwaktu senggang hingga menjadi olah raga yang digemari oleh berbagai lapisan sedemikian pesatnya. Berbagai cara bermain, sistem penilaian dan sistem pertandingan dan hadiah yang disediakan menyebabkan olah raga otak ini semakin menarik, menantang dan puncaknya diakui sebagai salah satu cabang olah raga dalam jajaran olah raga fisik, selain catur tentunya yang telah mensejajarkan dirinya puluhan tahun yang lalu. Permainan kartu yang akhirnya menjadi cabang olah raga ini akhirnya memiliki even Kejuaraan Dunia Resmi (Granprix IOC) dan Olimpiade sendiri.

Berapa medalikah yang berhasil dibawa oleh atlit-atlit olah raga Indonesia dari event-event dunia resmi seperti Kejuaraan Dunia atau Olimpiade semenjak diselenggarakannya? Rasanya masih dapat dihitung dengan jumlah jari kita. Dari cabang bulu tangkis, jelas memang ini lahan kita,ancaman bahaya tahun-tahun akhir ini dari negara-negara seperti Cina, Malaysia, Denmark dan jangan lupa menyebut Thailand, India atau bahkan Inggris sebagai negara asal olah raga ini, semenjak hijrah dan transfer pemain diakui secara profesional, adalah ancaman menurunnya perolehan medali dari cabang favorit ini. Sayangnya, dari cabang lain kita tidak mampu banyak berbuat, kecuali cabang panahan pada Olimpiade Seoul 1996 dengan medali perak dan cabang bridge yang pada Olimpiade pertamanya di Paris, Perancis pada tahun 1998, medali perak berhasil diraih oleh atlit-atlit Indonesia. Bahkan puncaknya di Grandprix IOC 2000 di Maastrich, Belanda, Indonesia menjadi Juara Dunia dengan melahap Amerika disemifinal dan menelan Perancis difinal!. Ingat, dua-duanya adalah Superstar-Superstar bridge dikolong langit ini!

Artinya, bangsa yang makanpun masih susah, GNP perkapita dibawah 1000 dolar Amerika dan hutangnya 1200 trilyun rupiah, punya potensi besar dalam cabang olah raga bridge! Kalau bulu tangkis punya Maestro Rudi Hartono, Lim Swie King, Icuk Sugiarto, Susi Susanti dan belasan bintang-bintang lainnya, panahan punya Lisa Handayani dkk., maka bridgepun punya pahlawan-pahlawan tak dikenal peraih perak Olimpiade dan penyandang gelar Juara Dunia atas nama-nama Henky Lasut, Eddy Manoppo, Denny Sakul, Franky Karwur,Robert Tobing, Taufik Asbi dkk.

KENAPA KURANG POPULER, APA LEBIH SULIT?

Persoalannya adalah, seperti pada umumnya nasib olah raga yang lain, kurangnya perhatian pemerintah oleh berbagai sebab klasik; terbatasnya anggaran, kurangnya pembinaan, amatirisme dan, salah urus! Akibatnya jelas, pemasyarakatan olah raga, khususnya bridge terseok-seok, sesak napas dan jauh kalah populer dengan catur semenjak GM Utut Adianto disekondani Eka Putra Wirya mewabahi Jakarta dengan catur cepat, catur buta, catur master, catur kampung, sekolah catur dan akhirnya kita memiliki The Indonesian Dream Team seperti layaknya Amerika, yang GNP perkapitanya diatas 25.000 dolar, dengan NBAnya. Hasilnya cukup nyata. Catur semakin populer dan digemari. Kita pernah merasakan punya GM Super, elo rating diatas 2600 (dulu, sekarang apa kabar mas Utut?), beberapa GM baru dan pasukan yunior yang saya yakin tidak lama lagi akan mengorbit bagaikan bintang-bintang dilangit (Catatan; asal tidak salah urus).

Lantas pertanyaannya adalah, kalau catur bisa (kalau bulu tangkis sih harus bisa, dan Angie dicabang tenis masih bisa diusahakan), kenapa bridge yang sama-sama olah raga otak tidak mampu? Coba perhatikan perbandingan sederhana berikut ini. Keduanya merupakan olah raga otak atau pikiran. Keduanya dapat dipertandingkan secara duel-meet atau rame-rame dengan sistem gugur atau sistem Swiss. Dan yang paling penting, modal olah raga ini hampir-hampir dapat dikatakan modal dengkul. Kalau catur hanya butuh papan dan buah catur yang dapat dipakai ribuan kali, maka bridge lebih murah lagi, hanya perlu satu pak kartu yang terdiri dari 52 daun 4 warna, yakni waru (spade), hati (heart), wajik (diamond) dan semanggi (kriting, clover atau club).

Sekarang kita lihat, kenapa catur lebih memasyarakat dan populer sedang bridge hanya dimainkan kelompok tertentu, khususnya menengah keatas, dan susah berkembang. Kemungkinan jawabannya adalah karena pertama catur sifatnya lebih individual, sedang bridge sifatnya lebih berkelompok, minimal berdua atau berpasangan. Kemungkinan kedua adalah meskipun jumlah kotak pada papan catur ada 64, tetapi varian permainan pembukaan, permainan tengah dan akhir lebih terbatas, lebih terukur (predictable) dan buah caturnya kelihatan didepan mata. Sedangkan bridge mempunyai sistem penawaran, sistem permainan penyerang (declarer), sistem pertahanan (defender) yang hampir tak terukur dan kartu lawan maupun kawan tidak kelihatan alias tertutup. Kenapa kelihatannya sulit? Ternyata varian pembagian (distribusi) 52 lembar kartu untuk 4 orang pemain memang luar biasa banyaknya. Seorang ahli matematika pernah menghitung kemungkinan distribusi ke 4 tangan tersebut mencapai angka 10 pangkat 54 (angka 1 dengan 54 angka 0 dibelakangnya!). Jadi lebih sulit dong? Jawabnya adalah sulit kalau kita belum mengenal dan menyukainya, mudah jika kita sudah mengenal dan menyukainya. Rasanya jauh lebih susah menghitung jumlah partai politik peserta Pemilu dan jumlah konglomerat hitam dalam kasus BLBI.

BRIDGE BAGIAN DARI KURIKULUM SEKOLAH, KENAPA TIDAK?

Permainan bridge memiliki berbagai aspek menarik baik dilihat dari segi pendidikan maupun pergaulan sosial. Permainan ini mengajak kita untuk berpikir logis berdasarkan hitungan-hitungan (sebetulnya perkiraan) matematik sederhana, guna mencapai tujuan tertentu (jumlah trik atau ambilan) sesuai dengan kemampuan kita, dilakukan melalui jembatan komunikasi (bridge) dengan sejumlah kesepakatan (sistem penawaran) yang telah disetujui berdua. Dalam proses komunikasi itulah proses pendidikan (kecerdasan, ketelitian), proses pembinaan karakter (disiplin, kebersamaan, tenggang rasa, tidak egois) dan proses pembinaan etika (tidak bohong, tidak curang dan menghormati lawan) berlangsung.

Usia yang dianggap cukup untuk memulai belajar bermain bridge mungkin adalah sekitar 10 tahun, ini berarti sekitar usia sekolah klas 4 SD. Sebagai tahap awal bridge dapat dijadikan pelajaran ekstra kurikuler, dengan mengambil guru dari pemain-pemain bridge setempat. Mereka yang biasa duduk didepan komputer dan biasa ngeklik Windows, Program, Assesories, Game, pasti akrab dengan Heart atau Solitaire. Tambahkan permainan-permainan Minuman (Ambilan), Truf dan akhirnya Bridge, maka dijamin anak-anak akan lebih suka bermain bridge daripada tawuran atau bernarkobaria.

Mau tahu nikmatnya bermain bridge? Tanya sama Pak Deng Xiao Ping almarhum yang masih bermain pada usia 88 tahun disela-sela kesibukannya ngurusin makannya 1 milyar lebih penduduk RRC, atau pada Pak Omar Sharief, bintang film Amerika asal Mesir simaniak bridge nomer 1 didunia, yang sering mengajak jago-jago dunia untuk bermain bersama dikapal pesiarnya, yang tentunya cukup mewah, dan disediakan pula hadiah bagi para pemenangnya. Pada tahun 2000 diusianya yang ke 70 ketika keluar dari rumah sakit sehabis operasi jantung, Pak Omar ini ditanya sama wartawan; “Apa yang ingin anda lakukan sekeluar anda dari rumah sakit ini?” Pak Omar menjawab;”Bermain bridge semalam suntuk!”

Penulis adalah atlit bridge
Tinggal di Bandung

mini BRIDGE JALAN PINTAS BELAJAR BRIDGE

Puluhan tahun sudah nama Indonesia tersohor di kalangan pebridge diseluruh dunia berkat prestasi yang dicapai pada berbagai Kejuaraan Internasional. Sayangnya pretasi spektakuler tersebut tidak berdampak mengangkat citra Olahraga Bridge di masyarakat. Kesan, bridge adalah judi karena alat yang digunakan adalah kartu serta sulitnya memahami permainan bridge ini menambah daftar panjang penolakan terhadap Olahraga Bridge.
Untunglah pada pertengahan tahun 2003, Pengurus Besar Gabsi telah menemukan cara untuk memasyarkatkan olahraga ini. Untuk mengatasi problem mengajarkan Bridge telah ada mini Bridge yang sangat mudah dipelajari. Agar olahraga ini dianggap bermanfaat, PB GABSI menjalin kerjasama dengan Depdiknas. Depdiknas bersedia bekerjasama karena yakin, Olahraga Bridge secara langsung mengasah dan meningkatkan kecerdasan otak manusia meliputi Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), Kecerdasan Spritual (SQ) serta secara tidak langsung meningkatkan kemampuan daya tahan fisik – karena setiap pertandingan memakan berwaktu jam-jam.
Hal lain yang menunjang karena permainan Bridge baik sadar atau tidak telah menggunakan gabungan disiplin ilmu sains, sosial dan psikologi dalam bentuk ilmu terapan sebagai berikut; Ilmu Matematika untuk menghitung distribusi, Ilmu Management diterapkan dalam pengelolaan waktu, pengambilan keputusan serta penentuan strategi yang cepat dan tepat, Ilmu komunikasi karena permainan pasangan, Ilmu Psikologi karena setiap pemain harus mampu mengatur emosi serta bermpati terhadap pikiran teman maupun lawan dan tentu saja Etika dan Moral.
Selanjutnya mari kita mulai mengenal mini Bridge.
Peralatan yang dibutuhkan 1 buah meja, empat buah kursi,1 pak kartu,kertas dan alat tulis.

Kartu

Setiap set kartu mempunyai empat simbol yang selanjutnya disebut warna
[ Spade
] Heart
{ Diamond
} Club
Setiap warna terdiri dari 13 kartu dengan urutan:
Ace (A),King (K), Queen (Q) dan Jack (J) selanjutnya angka dari 10 – 2. Ace adalah kartu yang paling tinggi dan angka 2 yang terendah.
Joker tidak digunakan dalam permainan.

Meja, Kursi dan Pemain

Selanjutnya setiap pemain mengambil tempat duduk dan setiap tempat duduk diberikan petunjuk sesuai arah mata angin. Sebelumnya arah mata angin Utara ditentukan terlebih dahulu. Pemain yang duduk disebelah kiri Utara adalah Timur, di depan Selatan dan di sebelah kanan adalah Barat. Utara dan Selatan akan berpasangan demikian juga dengan Timur dan Barat.

Alat Tulis & Kertas
Alat tulis dan kertas untuk mencatat jalannya penawaran. Sebelum permainan dimulai, buatlah diagram seperti di bawah ini:

Cara Bermain

Setelah semua siap, selanjutnya kartu dibagi satu persatu oleh utara searah jarum jam sehingga setiap pemain mendapat 13 kartu. Masing-masing pemain kemudian menyusun kartu, diawali warna Spade sesuai urutan kemudian Heart, Diamond dan terakhir Club.
Nilai kartu dalam permainan bridge dinamakan High Card Point (HCP) dengan perhitungan sebagai berikut Ace = 4, King = 3, Queen=2 dan Jack = 1. Angka 10 – 2 tidak ada nilai HCP.
Sebelum bermain, setiap pemain menghitung jumlah HCP dari 13 kartu pegangannya, Jumlah seluruh HCP adalah 40. Selanjutnya setiap pemain memberitahukan jumlah HCP yang dimilikinya. Pasangan yang memiliki jumlah HCP terbanyak akan menjadi declarer sedangkan pasangan lainnya menjadi defender. Selanjutnya siapa yang menjadi decalrer dan siapa yang menjadi dummy ditentukan oleh jumlah HCP yang dimiliki kedua pemain. Pemain yang memiliki HCP paling tinggi menjadi declarer.

Contoh:
Utara ( 11 HCP)
Dummy
[ J932
] A74
{ A842
} Q7
Barat (10 HCP) Timur (6 HCP)
[ K5 [ 74
] KQJ ] 7653
{ 9753 { Q6
} J632 } A10854
Selatan (13 HCP)
Declarer
[ AQ1086
] 1096
{ KJ10
} K9

Pada contoh ini, utara memiliki 11 HCP (2 Ace = 8, 1 Queen=2 dan 1 Jack=1), Timur 6 HCP (Q=2 dan Ace=4), Selatan 13 HCP (Ace=4, 2 King = 6,1 Queen = 2 dan 1 Jack = 1) terakhir Barat 11 HCP (2 King = 6, 1 Queen = 2 dan 2 Jack=2).

Jalannya penawaran akan tercatat sebagai berikut:

Penawaran akan dimulai oleh utara yang membagi kartu dan pemain utara disebut dealer untuk papan pertama. Selanjutnya dealer digilir secara bergantian searah jarum jam.

Karena yang memilih total HCP tertinggi adalah pasangan utara selatan dengan 10+13 atau 23 HCP dan selatan yang memiliki HCP tertinggi maka Selatan akan menjadi declarer dan Utara menjadi dummy.

Menentukan Trump

Ada lima macam permainan, empat macam bermain dengan trump dan satu macam lagi bermain tanpa trump.

Tanpa Trump = NT
Spades Trump = [
Heart Trump = ]
Diamond Trump = {
Club Trump = }

Untuk bermain trump dibutuhkan jumlah yang cukup yaitu minimal ada 8 lembar warna tersebut yang terbagi antara declarer dan dummy. Jika tidak ada warna dengan jumlah 8 lembar maka permainan ditentukan tanpa trump atau NT.
Kembali ke papan contoh, penawaran akan berlanjut dimana dummy menuliskan distribusi kartu yang dipegangnya agar declarer bisa menentukan macam permainan.

Karena ada 9 kartu Spade dikedua tangan atau lebih dari delapan kartu maka declarer akan menentukan kontrak dengan trump Spade. Selanjutnya tugas declarer adalah menentukan jumlah trik yang akan dicapai. Ada dua jenis kontrak yang bisa dipilih, yaitu bukan game atau game. Trik yang diperlukan untuk kontrak bukan game minimal 7 sedangkan untuk game tergantung macam permainan. Kontrak game di NT butuh 9 trik sedangkan kontrak [/] butuh 10 trik dan kontrak }/{ butuh 11 trik.

Untuk menentukan permainan game atau tidak game akan sangat tergantung pada jumlah HCP atau distribusi yang dimiliki. Biasanya untuk permainan game dibutuhkan 25 HCP minimal.
Pada papan contoh penawaran akan dilanjutkan oleh declarer dengan menentukan macam permainan. Pada papan ini dengan hanya memiliki 24 HCP dan ada 9 kartu Spade maka declarer akan menentukan kontrak Spade bukan game dengan menulis 1[.
Selanjutnya permainan dilanjutkan dengan pemain timur yang harus mengeluarkan kartu pertama (lead). Tugas declarer selanjutnya adalah mengolah permainan sehingga bisa mendapatkan jumlah 7 trik.

Timur lead ]K. Declarer sebelum bermain akan menghitung jumlah trik yang akan didapatnya atau bisa juga menghitung jumlah trik yang bakal kalah. Biasanya declarer pada permainan trump akan lebih mudah menghitung jumlah trik yang kalah sedangkan pada permainan NT menghitung jumlah trik yang bakal menang. Pada papan ini di trump Spade bisa kalah 1 trik kalau [K ada di Barat tapi sebaliknya tidak adak trik kalah kalau [K ada di Timur karena bisa dipotong. Di Heart akan kalah 2 trik karena hanya Ace kartu tinggi. Di Diamond akan tergantung cara declarer menenentukan posisi {Q. Di Club hanya kalah satu trik }A.

Sesuai yang telah dijelaskan diawal mengenai urutan kartu maka untuk menang trik ini, declarer harus main Ace. Selanjutnya declarer main [J untuk potong [K tapi tidak berhasil. Barat menang [K kemudian ]Q ambil dan ]J dan menyerahkan Spade kepada declarer. Declarer menang [9 kemudian main Club yang dimenangkan Timur dengan }A. Timur menang }A serang } lagi. Declarer menang }K sekarang ia harus memainkan kombinasi Diamond. Bagaimana caranya menentukan lokasi {Q?

Disini dibutuhkan ilmu matematika dengan menghitung jumlah HCP yang sudah dimainkan kemudian menganalisa data yang ada dilanjutkan mengambil keputusan dari data yang ada. Menurut jalannya penawaran Barat pegang 10 HCP sedangkan ia sudah mengeluarkan [K, ]KQJ jadi sudah 9 HCP sedangkan Timur pegang 6 HCP tapi baru keluar }A atau 4 HCP. Berdasarkan perhitungan di atas maka {Q harus dipegang oleh Timur karena kalau dipegang Barat berarti ia memiliki 11 HCP. Kalau di Timur pasti benar karena }A=4 dan {Q=2 berarti total 6 HCP.

Perhitungan skor

Declarer mendapat trik yang cukup. Misalnya declarer menentukan kontrak bukan game dan beroleh 7 trik.
Setiap kontrak yang berhasil dipenuhi declarer akan mendapat premi 50 angka.

Setiap trik menang mendapat :
NT = 30 + 10 untuk trik pertama
[ = 30
] = 30
{ = 20
} = 20

Premi game 300 angka
Declarer yang tidak mendapat trik cukup setiap down trik 50 angka untuk defender.

Apa itu Bridge?

Bridge

Apa itu Bridge?

“Bridge “ Pertama kali yang terpikir oleh saya waktu kecil adalah sejenis permainan kartu yang dimainkan oleh empat orang, dengan cara duduk berhadapan Utara dan Selatan, Timur dan Barat dengan menggunakan kertas penawaran, setelah mereka menulis di suatu kertas secara bergiliran, kemudian salah satu di antara mereka ada yang meletakkan satu kartu dimeja sebagai dimulainya permainan dan ada yang membuka kartu semuanya diatas meja, terus ada yang menyuruh mengambilkan kartu atas perintah temannya, cara memainkannya agak unik setelah satu putaran mereka menutup kartu ada yang berdiri tertutup dan ada yang tertidur tertutup, saya semakin bingung?. Setelah mereka menyelesaikan ke-13 kartu mereka menghitung kartu-kartu yang tertutup tadi, Ada yang tersenyum senang atas permainannya, dan ada yang cemberut karena permainan pertahanannya yang kurang kokoh.

Belakangan saya baru tahu bahwa pemain utara dan selatan adalah kawan, Timur dan Barat adalah lawan dari utara dan selatan.
Kertas yang digunakan adalah “silent bid” yaitu menawar dengan diam dan kertas itu sebagai alat penawaran untuk menawarkan kartu yang didapatnya kepada kawannya, lawannya akan senantiasa bersaing dalam penawaran “ competitive bid” dikertas itu sebelum perjanjian akhir disepakati bahwa ada salah satu pemain meletakkan kartu sebagai tanda dimulai permainan adalah hak setiap pemain manakala perjanjian di akhiri disebut “Lead”, posisinya disebelah kiri Declarer.
Declarer adalah pemain yang memenangkan perjanjian penawaran diakhir dan sebagai tanda diakhirinya perjanjian menggunakan 2 tanda pass “//” oleh lawannya (disebelah kanan Declarer), sedangkan pemain yang meletakkan semua kartunya secara terbuka dimeja adalah sebagai Dummy.
Dummy adalah kawan dari Declarer dan dia hanya berhak mengambilkan kartu disetiap putarannya atas perintah Declarer.

Sekarang saya baru mengerti bahwa pemain yang terseyum diakhir permainannya berarti pemain yang telah berhasil memenuhi kontrak permainannya,meskipun tidak semua pemain melakukannya.
Dan yang cemberut adalah pemain yang melakukan kesalahan baik di saat penawaran perjanjian atau saat bertahan dalam permainan,meskipun tidak semua pemain melakukannya, semuanya tergantung dari cara berfikir, analisa kartu, dan karakter masing-masing setiap pemain.

Semua tergantung Anda…,

main-bridge

Bermain Kartu Bridge Sebuah Olahraga

main-bridge

Bermain Kartu Bridge Sebuah Olahraga

 

Ternyata Kartu tidak hanya dijadikan sarana permainan, sulap, meramal nasib, dan masih banyak permainan kartu yang lain untuk mengisi waktu luang, ternyata kartu juga bisa dijadikan sarana olahraga, hanya saja lebih menggunakan otak atau berfikir yang dinamakan Bridge, permainan kartu ini menjadi salah satu cabang olah raga, selain catur dan memiliki event Kejuaraan Dunia dan Olimpiade sendiri.

Bridge dan catur mempunyai kesamaan yaitu olah raga dengan menggunakan otak atau pikiran dan modalnya relatif sangat murah, catur menggunakan papan catur yang bisa dipakai ribuan kali, sedangkan bridge lebih murah lagi hanya perlu satu pak kartu yang terdiri dari 52 terdiri dari masing-masing 13 kartu dalam jenis daun 4 warna, yakni spade ♠, ♥ heart, ♦diamond dan ♣ clover atau club, peringkat kartu dalam masing-masing warna yaitu berturut-turut : Ace, King, Queen, Jack, 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, permainan Bridge atau yang lebih dikenal dengan sebutan permainan Bridge saja, saat ini dilaksanakan berdasarkan peraturan pertandingan Internasional “Laws of Duplicate Contract Bridge 1997”, setiap 10 tahun, aturan ini ditinjau kembali untuk disesuaikan dengan perkembangan permainan Bridge.
Bridge sifatnya lebih berkelompok, minimal berdua atau berpasangan. bridge mempunyai proses penawaran, sistem permainan penyerang, sistem pertahanan  yang hampir tak terukur baik kartu lawan maupun kartu kawan yang tertutup/tidak kelihatan, dan  varian pembagian (distribusi) 52 lembar kartu untuk 4 orang pemain memang luar biasa banyaknya. Seorang ahli matematika pernah menghitung kemungkinan distribusi ke 4 tangan tersebut mencapai angka 1054

Sulitkah? Jawabnya adalah sulit kalau kita belum mengenal bahkan tidak mengenal dan mempelajarinya .

Mudahkah? Jawabnya mudah jika kita sudah mengenal dan menyukainya, dan mempraktekkannya dengan latihan-latihan,

Permainan bridge memiliki berbagai aspek yang perlu kita ketahui,yaitu aspek pendidikan dan aspek kemasyarakatan. Permainan ini mengajak kita untuk berpikir secara cermat berdasarkan hitungan-hitungan matematika sederhana kemudian kita tuliskan pada sebuah bid sheet, dan mulai memainkannya ketika kontrak disetujui atau memperkirakan rugi dan laba  akuntansi sederhana guna mencapai tujuan tertentu berapa banyak kontrak yang harus terpenuhi sesuai dengan kemampuan kita,

Dilakukan melalui jembatan komunikasi dengan sejumlah kesepakatan didalam sistem penawaran yang telah disetujui berdua,dan memberikan jawaban kepada lawan tentang sistem yang digunakan apabila ditanya.

Jadi kesimpulannya dalam bermain bridge prosesnya sangatlah komplek antara lain : komunikasi, kecerdasan, ketelitian, pembinaan karakter, disiplin, kebersamaan, tenggang rasa, tidak egois dan yang lebih penting pembinaan etika yaitu tidak boleh bohong harus jujur, tidak curang dan menghormati lawan ketika berlangsungnya permainan.

Ini akan kita alami semua setelah belajar dan berlatih sampai bisa bermain bridge.

Pesan : Jangan Kuatir apabila ada kata atau istilah yang tidak anda fahami pada tulisan-tulisan selanjutnya, semua akan anda ketahui di daftar istilah Bridge

 

Kartu

Belajar bridge untuk pemula..

Kartu

Kartu

Apa itu bridge?

Bridge adalah permainan kartu yang diperkenalkan oleh Ely Culbertson di USA pada tahun 1920. Di Indonesia sendiri, bridge telah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan tingkat nasional dan wakil-wakil Indonesia telah banyak dikirim untuk mengikuti ajang internasional. namun tampaknya olahraga ini tidak begitu populer di masyarakat kita, karena bridge merupakan olahraga pikiran seperti halnya catur.

Bridge memiliki aturan dasar dan penting untuk dimengerti :
1. Bridge dimainkan oleh 4 orang secara berpasangan (partner).
2. Partner duduk berseberangan dalam 1 meja, yaitu di Utara-Selatan (US) atau Timur-Barat (TB).
3. Permainan berjalan sesuai arah jarum jam.
4. Menggunakan 52 kartu standard dibagi rata kepada 4 pemain dengan masing-masing memegang 13 kartu.
5. Komunikasi antar pemain untuk mengetahui kartu yang dimiliki dilakukan dengan cara bidding (bahasa untuk menunjukkan pegangan kartu kita).

Perhitungan pegangan

Perhitungan kekuatan pegangan diciptakan oleh Milton Work dan diopulerkan oleh Charles Goren di awal abad 20. Seni permainan bridge memiliki akar pada perhitungan matematis meskipun kecil tetapi memiliki hubungan yang kuat. Namun baik bidding maupun play, hanya memerlukan perhitungan aritmatik sederhana.

High Card Point (HCP)

Milton Work memberi point pada kartu-kartu honor sebagai berikut :
As = 4 HCP Queen = 2 HCP
King = 3 HCP Jack = 1 HCP

Sedangkan 2-10 tidak diberi HCP

Contoh :
♣ J967 ♦ AQ53 ♥ K10 ♠ 1072

Pegangan di atas memiliki 10 HCP. Satu deck kartu memiliki 40 HCP maka pegangan di atas memiliki HCP rata-rata. Jika pemain memegang 12 HCP atau lebih, wajar bila membuka tawaran di tingkat 1 karena memiliki HCP di atas rata-rata.

Distributional Card Point (DCP)

Selain memberi point pada kartu-kartu honor, suatu pegangan juga diberi nilai distribusi. Dilakukan beberapa penyesuain dalam DCP, antara lain :
1. Setiap suit yang lebih dari 4 kartu yang disertai 1 honor diberi 1 point untuk kelebihannya.
Contoh : ♣ A108543 = 4 HCP + 2 DCP
♠ Q7542 = 2 HCP + 1 DCP
2. Pegangan balance yang tidak ada 5 kartu di suatu suit dikurangi 1 point.
3. Pegangan yang memiliki 4 As ditambah 1 point.
4. Pegangan tanpa As sama sekali dikurangi 1 point.
5. Untuk pegangan yang memiliki King, Queen, Jack singleton atau Queen, Jack doubleton dikurangi 1 point.
6. Jika mendukun suit partner DCP dihitung = jumlah trump dikurangi suit terpendek.
Contoh :
Opener : 1 ♥
Responder pegang :
♠ Q975
♥ AK1086
♦ 5
♣ J93
HCP = 10
DCP = jumlah trump – jumlah suit terpendek = 5 – 1 = 4
Total Point (TP) = 10 + 4 = 14 point

Quick Trick

Pemain kadang mengevaluasi pegangan juga dengan menggunakan quick trick yang dimilikinya.

Quick trick adalah kartu honor yang dapat segera dimainkan dan menghasilkan trick pasti tanpa peduli kartu apa yang menjadi trump. Perhitungan quick trick, antara lain :
Axx = 1 Quick trick KQx = 1 Quick trick
AQJx = 1,5 Quick trick KQJx = 1,5 Quick trick
QJxx = 0 Quick trick Jx = 0 Quick trick
AKx = 2 Quick trick

Misal Anda pegang club AKQxx, suit ini mungkin akan menjadi 5 trick bila club dijadikan trump. Namun bila trump adalah kartu lain misal heart mungkin hanya akan menghasilkan 2 atau 1 trick. Karena pada club kedua atau ketiga dimainkan, lawan tidak memiliki club lagi dan mengeluarkan heart sebagai trump.
Untuk opening bid, sebaiknya memiliki 2 atau lebih quick trick di suit yang akan ditawar.

Losing Trick Count

Suatu pegangan (biasanya declarer) mengevaluasi pegangannya dengan menghitung jumlah loser juga. Aturannya :
1.Satu loser untuk setiap ketidak hadiran As, King, atau Queen di suatu suit.
Contoh :
Jxxx = 3 loser AQxx = 1 loser
KJx = 2 loser KQxx = 1 loser
2.Void berarti tanpa loser.
3.Singleton tanpa As berarti 1 loser, doubleton tanpa As atau King juga 1 loser.
A = 0 loser Q = 1 loser
Kx= 0 loser Jx = 1 loser
4.Paling banyak 3 loser pada masing-masing suit.
Contoh :
♠ AQ10843 = 1 loser ♠ AQ10 = 2 loser
♥ AJ105 = 2 loser ♥ AJ105 = 2 loser
♦ 8 = 1 loser ♦ 875 = 3 loser
♣ K = 1 loser ♣ K72 = 2 loser
Total = 5 loser Total = 9 loser

Perhatikan pegangan diatas, memiliki HCP sama namun mempunyai jumlah loser yang berbeda. Para pemain expert berpendapat bahwa “Strength is important but shape is everything”. Karena semakin balance suatu pegangan akan semakin banyak loser yang mungkin timbul.

Estimasi arah penawaran

Pemain sebaiknya mengestimasi arah penawaran sehingga aturan-aturan berikut harus dipahami dengan benar :
1.Trump fit : sebaiknya ada minimal 8 kartu di kedua tangan.
2.Untuk bermain game setidaknya :
-25 point untuk di 3 NT
-26 point untuk di 4♠/4♥
-28 point untuk di 5♦/5♣
3.Bermain di small slam sedikitnya 33 point.
4.Grand slam memerlukan 36+ point.

Sumber : belajarbridge.blogspot.com